Mesin common mil (EFl-diesel) menggunakan Crankshaft Position Sensor untuk mendeteksi putaran mesin seperti pada sistem EFI mesin bensin. Sensor ini dipasang pada blok mesin. Selain itu. beberapa mesin juga ada yang berfungsi mendeteksi posisi referensi sudut poros engkol dalam bentuk sinyal Top Dead Center (TDC). Tulisankali ini saya akan mengajak Anda untuk Mengenal ECM Dan Letak Sensor Pada Common Rail Engine Truck Isuzu Giga. Seperti kita ketahui, Isuzu Giga adalah truck yang menggunakan sistem bahan bakar Common Rail. Dengan sistem heavy duty common rail, mesin diesel Isuzu Giga lebih hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Apakah itu Common Rail? Secara KomponenMesin Diesel Common Rail Sistem common rail terdiri atas beberapa komponen seperti fuel tank untuk menyimpan bahan bakar, filter bahan bakar (fuel filter), serta supply pump. Selain itu terdapat pula high pressure pump, high pressure accumulator, injektor, katup pengatur tekanan, sensor-sensor, dan electronic driver control (EDC). Mesin yang digunakan oleh Kijang Innova termasuk mesin yang sudah menggunakan teknologi baru Toyota seperti mesin bensin m3nggunakan system MESIN DIESEL COMMON-RAIL Kerja common rail hampir sama dengan sistem electronic fuel injection (EFI) pada mesin bensin, hanya saja kalau common-rail menggunakan solar. “Melibatkan sensor, ECU dan injektor sehingga pembakaran diatur oleh komputer atau ECU,” sahut bagus Kuswantoro, mekanik bengkel resmi Mitsubishi, Ciwangi Berlian Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi. LATAR BELAKANG Di zaman sekarang ini untuk meningkatkan tenaga mesin dan memaksimalkan tenaga mesin ada banyak cara yang bisa digunakan .Untuk kendaraan dengan menggunakan mesin diesel diantaranya menggunakan turbocharger dan common rail Untuk meningkatkan performa dari mesin diesel salah satunya dengan menggunakan turbocharger. Sistem injeksi bahan bakar common-rail untuk mesin Diesel injeksi langsung (Direct Injection atau DI) dipergunakan pada kendaraan berikut ini : Mobil-mobil penumpang, mesin 3-silinder yang sangat ekonomis dengan volume silinder 800 cc, daya keluar 30 kW (41 HP), momen putar 100 Nm, dan konsumsi bahan bakar 3,5 liter/100 km sampai dengan mesin 8 Spesifikasi standar nilai tahanan sensor ckp pada kijang innova adalah: 1. Pada kondisi dingin (suhu dibawah 50 derajat celsius), nilai tahanan sensor ckp adalah antara 1,6 kilo ohm sampai 2,7 kilo ohm. 2. Sedangkan spesifikasi saat diukur ketika mesin panas atau suhu mesin diatas 50 derajat celsius adalah antara 2 kilo ohm sampai 3,2 kilo ohm. Sensor -sensor tersebut sebagai input controller pada fuel system common rail injection mesin diesel. Komponen Common Rail Injection ( CRI ) Pada komponen sistem bahan bakar common rail injection ada yang komponen common rail nya vital seperti fuel supply pump dll. Mesin common rail adalah mesin yang bekerja dikontrol secara elektronik dengan tekanan bahan bakar sekitar 30 Mpa sampai 180 Mpa pada supply pump, kemudian tekanan bahan bakar akan dinjeksikan oleh injector yang dikontrol sebuah engine control modul dengan memperhatikan nilai kalkulasi dari berbagai sensor yang ada pada mesin. nmdno. JAKARTA, – Mesin diesel modern saat ini kebanyakan sudah menggunakan sistem commonrail baik pada kendaraan penumpang maupun niaga. Dibanding dengan mesin konvensional, commonrail diklaim memiliki kerja yang lebih optimal. Lalu sebenarnya apa sistem commonrail dan perbedaannya dengan mesin diesel konvensional?Instruktur Project Training Center PT Isuzu Astra Motor Indonesia Thomas A. Wijanarka mengatakan, commonrail merupakan sistem penyuntikan solar bertekanan tinggi yang dikontrol secara elektronik. Baca juga Respons Honda Soal Tantangan dari Kia Sonet Istimewa Isuzu Elf varian box“Sehingga jumlah, timing, dan tekanan injeksi diatur oleh Engine Control Module ECM. Sehingga kerjanya optimal yang membuat emisi lebih rendah, suara halus dan output maksimal, ucap Thomas dalam Webinar Basic Truck Bersama Isuzu, Jumat 13/11/2020. Perbedaan antara commonrail dengan konvensional, memiliki tekanan yang stabil. Kontrol injeksi bahan bakar di commonrail tidak terpengaruh putaran mesin dan beban kendaraan. Sedangkan konvensional, dipengaruhi oleh kedua faktor tadi. “Ibaratnya, dari pompa masuk dulu ke sisitem commonrail, sehingga tekanannya stabil. Berbeda dengan konvensional, dari pompa langsung ke injektor, jadi tergantung pada putaran mesin,” kata Thomas. Baca juga Fungsi Kaca Belakang pada Bus, Bukan untuk Akses Visual Saat Mundur Tekanan injeksi yang dikeluarkan dari sistem commonrail ini mencapai 200 Megapascal. Kecepatan injeksinya mencapai 1 milisekon dan jumlah injeksinya 50 mm kubik dengan plus minusnya 1 mm kubik, jadi sangat presisi. “Kepresisian injeksi ini yang membuat mesin dengan sistem commonrail lebih irit,” ucapnya. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.