FluimucilNAcetylcysteine 600mg 1 Effervescent Tablet - Acetylcysteine, active ingredient of FLUIMUCIL, exerts an intensive mucolytic-fluidifying action on the mucous and mucopurulent secretions by depolymerizing the mucoproteic complexes and the nucleic acids which confer viscosity to the vitreous and purulent component of the sputum and other secretions. Bagikanke teman dan keluarga Anda sekarang. Sementara itu, untuk membangun kerajaan Anda melalui campaign ini! OrderFluimucil Eff 600 MG Tablet (6) online & get Flat 18% OFF on PharmEasy. Read about the uses, dosage, treatment, side-effects & FAQs. Super Quick Home Delivery with COD No Minimum Order Value Pan India Delivery. Acetylcysteine(600.0 Mg) Therapeutic classification; Pengirimangratis. Untuk pesanan min Rp 200.000, gunakan kode voucher : FREEONGKIR BeliFluimucil 600mg Online berkualitas dengan harga murah terbaru 2021 di Tokopedia! Pembayaran mudah, pengiriman cepat & bisa cicil 0%. Jugadapatkan penawaran harga yang istimewa untuk vitamin & supplemen. Untuk pemesanan bisa melalui SMS / WhatsApp / Line / Kakao Talk ke 088 88 450 349 atau 088 88 450 350 Salam Sehat & Bahagia. Halaman Utama FLUIMUCIL600MG 10HP EFF Leírás Mi a Fluimucil és milyen betegségek esetén alkalmazható az acetil-cisztein, a mukolitikumok nevű gyógyszerek osztályába tartozik, és mukolitikus tulajdonságokkal rendelkezik. Itthon; FLUIMUCIL 600 MG 10 LE EFF. Arról álmodozott, hogy férjéhez vágta a haját; Álom, hogy vegyél magadnak egy gyűrűt; SERAMBINEWSCOM - Beredar di media sosial resep obat apotek yang disebut ampuh untuk pasien positif Covid-19.. Informasi tersebut viral di media sosial. Dalam narasi tersebut, dijelaskan beberapa obat yang bisa diminum oleh para pasien positif. PengertianFluimucil. Fluimucil adalah obat yang mengandung N-acetylcysteine. Zat aktif ini bekerja sebagai mukolitik atau pengencer dahak. Obat ini cocok untuk meredakan batuk berdahak, bukan batuk kering.. Fluimucil tersedia di pasaran dalam bentuk granul, sirup kering, tablet effervescent, dan kapsul.. Obat Fluimucil dapat membantu mengencerkan dahak pada kondisi adanya lendir atau dahak Efeksamping fluimucil. Seperti obat pada umumnya, fluimucil juga bisa menimbulkan efek samping. Namun, efek samping obat ini sangat jarang terjadi. Mengutip dari situs resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), efek samping yang mungkin terjadi saat mengonsumsi obat fluimucil adalah: urtikaria atau biduran, bronkospasme (saluran napas vgoXo3Y. Skip to content Beranda / Obat A-Z / Fluimucil Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, Harga, dll Fluimucil Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, Harga, dll Fluimucil adalah obat untuk mengencerkan mukus, lendir, atau dahak berlebihan pada penderita penyakit paru-paru tertentu. Ketahui Fluimucil obat apa, komposisi, indikasi, aturan pakai, efek samping, dan harga obat pada pembahasan ini. Rangkuman Informasi Obat Fluimucil Nama Obat Fluimucil Kandungan Obat N-acetylcysteine Kategori Obat resep Manfaat Obat Mengatasi infeksi saluran pernapasan di mana ada mukus atau lendir berlebih di paru-paru. Kontraindikasi Hipersensitif pada komposisi obat. Sediaan Obat Granul untuk larutan oral, kapsul, tablet, sirup kering, dan inhalasi. Harga obat Tablet Fluimucil Eff 600 Mg Rp Obat Fluimucil Granule 200 mg Rp Fluimucil Dry Syrup 75 ml Rp /Botol. Harga obat mungkin berbeda di setiap apotek. Fluimucil Obat Apa? Fluimucil adalah obat dengan kandungan asetilsistein yang bisa memecah lendir atau mukus dan melumasi mulut, tenggorokan, dan paru-paru. Biasanya digunakan sebagai obat batuk, pilek, bronkitis, emfisema, bronkiektasis, profilaksis, dan terapi komplikasi bronkopulmonal dengan mukostatis. Obat ini mengandung bahan aktif N-acetylcysteine dan tersedia dalam beberapa bentuk, termasuk tablet, kapsul, sirup kering, inhalasi, dan granul. Dapat digunakan untuk anak-anak dan dewasa namun harus dengan resep dokter. Bentuk Sediaan Fluimucil Obat fluimucil yang beredar di pasaran memiliki beberapa jenis bentuk sediaan, di antaranya adalah granul, cairan sirup, kapsul, dan effervescent. Fluimucil Pediatric mengandung asetilsistein sebanyak 100 mg pada setiap sachet. Obat Fluimucil Adult yang mengandung 200 mg asetilsistein untuk setiap sachet tersedia dalam bentuk sediaan granul. Fluimucil Dry Syrup tentu saja tersedia dalam bentuk cairan sirup dengan kandungan asetilsistein sebanyak 100 mg untuk setiap 5 mL. Fluimucil Cap tersedia dalam bentuk kapsul dengan kandungan asetilsistein sebanyak 200 mg per kapsul. Sementara sediaan effervescent mengandung asetilsistein sebanyak 600 mg per tablet eff. Indikasi Fluimucil Manfaat N-acetylcysteine yang utama adalah untuk meredakan gejala batuk dan pilek seperti sekresi lendir kental yang berlebih dengan cara menipiskan lendir sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan. Pada umumnya, obat ini digunakan dalam terapi mukolitik baik yang akut maupun yang kronis. Orang-orang yang menderita penyakit paru-paru dengan lendir yang banyak bisa menggunakan obat dengan bahan aktif N-acetylcysteine ini. Beberapa jenis penyakit paru-paru dengan lendir tebal, di antaranya adalah penyakit bronkitis akut, bronkitis kronis, bronkiektasis, pulmonari emfisema, profilaksis dan terapi komplikasi bronkopulmonal dengan mukostatis, bronkial catarrh, dan mukovisidosis. Obat N-acetylcysteine juga bisa digunakan oleh pasien atau konsumen yang memiliki infeksi saluran pernapasan dengan sekresi lendir berlebih. Kandungan N-acetylcysteine juga berperan sebagai anti-radikal bebas dan antioksidan. Peringatan dan Perhatian Ada beberapa hal yang menjadi kontraindikasi bagi orang-orang dengan kondisi medis tertentu. Pasien yang hipersensitif atau alergi terhadap zat N-acetylcysteine yang terkandung di dalam obat ini. Orang yang menderita kasus fenilketonuria juga tidak boleh menggunakan obat ini. Kontraindikasi juga bisa terjadi apabila diberikan kepada penderita asma. Penggunaan obat dalam jumlah berlebih dapat menimbulkan efek samping karena overdosis. Penggunaan obat N-acetylcysteine perlu berhati-hati pada pasien dengan kondisi medis tertentu seperti sedang hamil, menyusui, memiliki riwayat gastritis, anak berusia di bawah 6 tahun kecuali diberikan sirup kering, dan bersamaan dengan obat super tetra karena mengandung tetrasiklin yang bisa berinteraksi negatif dengan asetilsistein. Efek Samping Fluimucil Ada beberapa efek samping yang bisa terjadi karena beberapa alasan. Efek samping obat N-acetylcysteine bisa menyebabkan munculnya reaksi alergi obat seperti gatal-gatal, ruam kulit, mual, muntah, sakit kepala, sulit bernapas, dan terjadi pembengkakan pada bagian wajah. Hal ini terjadi karena pasien memiliki alergi dengan kandungan asetilsistein di dalam obat. Segeralah mencari bantuan medis terdekat apabila Anda mengalami salah satu atau beberapa tanda-tanda reaksi alergi tersebut. Efek samping lainnya yang mungkin terjadi di antaranya seperti diare, pirosis, stomatitis, urtikaria dan telinga berdengung. Penurunan tekanan darah dan denyut jantung yang cepat juga bisa terjadi. Dosis Fluimucil Penggunaan obat resep tentunya harus sesuai dengan dosis untuk bisa mendapatkan manfaatnya. Apabila tidak mengonsumsi sesuai dengan dosis yang tepat maka manfaat oba akan berkurang dan malah menimbulkan efek samping tertentu. Semua obat N-acetylcysteine dikonsumsi setelah makan agar lambung tidak teriritasi. Dosis obat tentunya memiliki perbedaan pada setiap variannya. Pada varian fluimucil pediatric, dosis untuk anak adalah 1 sachet sebanyak 3 x sehari. Dosis fluimucil adult juga sama yaitu 3 x 1 sachet dalam sehari. Dalam bentuk sediaan sirup kering, dosis untuk orang dewasa adalah 1 sendok takar sebanyak 3 kali sehari. Pada anak-anak usia di bawah 2 tahun adalah 5 mL per hari, dosis anak usia 2-4 tahun adalah 10 mL per hari, dan pada anak lebih dari 4 tahun memiliki dosis fluimucil sebanyak 15 mL per hari. Obat N-acetylcysteine dalam bentuk kapsul memiliki dosis 1 kapsul sebanyak 2 kali sehari untuk anak usia 6-14 tahun dan 1 kapsul sebanyak 2-3 kali sehari untuk anak di atas usia 14 tahun. Dalam bentuk sediaan effervescent, dosisnya adalah sebanyak 1 tablet effervescent per hari yang dilarutkan dengan segelas air. Cara Pakai Fluimucil Konsumsi sesuai dosis dari dokter. Sebaiknya konsumsi bersama makanan. Obat tablet dan kapsul harus ditelan secara langsung. Sementara sediaan obat sirup kering harus dilarutkan terlebih dulu dengan air putih matang dengan suhu ruangan. Setiap sediaan obat memiliki cara pakai berbeda, jadi baca aturan pakai di balik kemasan dengan teliti. Cara Penyimpanan Obat Simpan obat pada tempat sejuk, wadah kering, dan jauh dari jangkauan paparan matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan binatang peliharaan. Buang bungkus obat pada tempat sampah. Itulah pembahasan tentang Fluimucil obat apa. Ini adalah obat untuk mengencerkan dahak pada infeksi saluran pernapasan. Semoga informasi ini bermanfaat. Zambon. 2018. Acetylcysteine. Diakses pada 8 Oktober 2018. Us National Library of Medicine. 2018. Acetylcysteine. Diakses pada 8 Oktober 2018. MIMS. 2020. Fluimucil Acetylcysteine. Diakses pada Juli 2021. DokterSehat © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi A Drogasil segue as determinações da Raia Drogasil SA DROGASIL Av. Nsa. Sra. Assunção, 638 Butantã São Paulo SP CEP 05359-001 Horário de Atendimento De Segunda à Domingo das 7h às 21h Televendas 3004-8007, De Segunda à Domingo, das 7h às 21h SAC – Serviço de Atendimento ao Cliente 3004-8007, Dúvidas, elogios e reclamações atendimento De Segunda à Domingo das 7h às 21h, inclusive feriados. Farmacêutico responsável Isabela Christina Ferreira da Silva CRF 65422 Polo Butantã 1714 e 1715 Raia e Drogasil AFE CMVS - 355030801-477-002443-1-7. As informações contidas neste site não devem ser usadas para automedicação e não substituem, em hipótese alguma, as orientações dadas pelo profissional da área médica. Somente o médico está apto a diagnosticar qualquer problema de saúde e prescrever o tratamento adequado. Ao persistirem os sintomas, um médico deverá ser consultado. Os preços e promoções divulgados no site são válidos apenas para compras feitas pela internet. Maiores esclarecimentos, consultar o site A Raia Drogasil SA trabalha com as tecnologias mais avançadas de proteção de dados, para que você possa realizar suas compras com tranquilidade. A privacidade e a segurança dos clientes são compromissos da Raia Drogasil SA. Todos os pedidos efetuados estão sujeitos à confirmação da disponibilidade de produto em nosso estoque. Resultados de Eficácia Solução Nasal A acetilcisteína em otorrinolaringologia Um estudo prospectivo randomizado, duplo-cego e controlado por placebo avaliou a eficácia de acetilcisteína com nebulizador por via nasal quatro vezes ao dia em 60 indíviduos com diagnóstico de rinite alérgica. Acetilcisteína era o único tratamento utilizado em um período de dois meses. Os participantes que usaram acetilcisteína relataram menos obstrução nasal, coceira no nariz e rinorreia quando comparados com os que receberam placebo, embora a diferença fosse significativa p= 0,028 só no último sintoma Bousquet J, 2000. Injetável Comparação da administração intravenosa e oral A acetilcisteína por via intravenosa tem um pico máximo de concentração em plasma até 20 vezes maior que uma dose semelhante por via oral Borgstrom L e cols. 1986. A maior disponibilidade de acetilcisteína por via intravenosa acontece tanto na forma total como reduzida e poderia ser atribuída à ausência do metabolismo hepático de primeira passagem que acontece após a administração oral Olsson B e cols. 1988. Intoxicação por paracetamol A acetilcisteína é recomendada como antídoto para a superdose de paracetamol com possível risco de toxicidade hepática Wolf SJ e cols. 2007. Estudo comparou 100 casos de intoxicação por paracetamol tratados com acetilcisteína intravenosa e 57 casos que receberam unicamente tratamento de suporte Prescott LF e cols. 1979. Demonstrou-se uma redução importante da toxicidade hepática grave 58% suporte a 2% no grupo acetilcisteína quando o tratamento foi administrado nas primeiras 10 horas após a ingestão de paracetamol. Em um estudo de coorte que avaliou 4084 pacientes intoxicados por paracetamol, foram comparados os pacientes que receberam regime de acetilcisteína por via oral regime de 72 horas e por via intravenosa regime de 20 h. Os pacientes que receberam tratamento endovenoso nas primeiras 12 horas após a ingestão de paracetamol tiveram menor toxicidade hepática RR 0,54, CI95% 0,38 a 0,75 às 4 horas; RR CI95% 0,71 a 1,00 às 12 horas e 12 minutos. Entre 12 e 18 horas após a ingestão de paracetamol, o tratamento endovenoso com acetilcisteína diminuiu a toxicidade hepática de forma semelhante ao tratamento oral. Ainda é destacada a vantagem de poder utilizar o tratamento endovenoso em pacientes que apresentam vômitos Yarema MC e cols. 2009. Em estudo com pacientes pediátricos, a acetilcisteína intravenosa por 52 horas mostrou eficácia semelhante ao regime com acetilcisteína oral por 72 horas Perry HE e Shannon MW. 1998. A acetilcisteína na Síndrome do Desconforto Respiratório do Adulto Estudo controlado em pacientes com Síndrome do Desconforto Respiratório do Adulto avaliou 32 pacientes que receberam acetilcisteína por via intravenosa e 29 que receberam placebo por infusão contínua nas 72 horas posteriores à sua admissão em terapia intensiva. Os pacientes que receberam acetilcisteína tiveram melhora rápida nos índices de oxigenação, com diminuição significativa no suporte ventilatório mecânico no segundo e terceiro dia de tratamento Suter PM e cols. 1994. Uso da acetilcisteína nas atelectasias pulmonares Pacientes com atelectasias pulmonares foram tratados com lavagem broncoscópica com solução salina fisiológica e acetilcisteína na proporção de 73. Resultados radiológicos positivos foram vistos no seguimento de 48 dos 51 pacientes tratados. Houve completa regressão da atelectasia em 37 casos e regressão parcial em 11 casos. Entretanto, houve recorrência da atelectasia em 8 casos nas 48 horas seguintes Perruchoud A e cols. 1980. Instilação de acetilcisteína para a sinusite crônica Uma solução da associação de 300 mg de acetilcisteína e 750 mg de tianfenicol foi usada para realizar instilação local após lavagem e drenagem dos seios paranasais em 498 pacientes com sinusite maxilar crônica. Os pacientes foram tratados até se obter uma lavagem limpa ou uma sinumanometria normal. Em 36,25% dos casos, houve regressão completa do quadro de sinusite crônica, sem necessidade de intervenções adicionais, inclusive cirúrgicas Bertrand B e Eloy P. 1993. Comprimido / Granulado / Xarope Bronquite aguda Um estudo multicêntrico, prospectivo randomizado, duplo-cego e controlado por placebo avaliou a eficácia de acetilcisteína 200 mg 3x/dia via oral formulação granulada por 10 dias no tratamento de 215 pacientes com bronquite aguda. Os participantes foram divididos em três grupos de acordo com a presença ou ausência de doenças respiratórias crônicas Brocard H. e cols, 1980. Os parâmetros avaliados volume e viscosidade da secreção respiratória, intensidade da tosse e pico de fluxo expiratório evidenciaram resultados favoráveis ao uso de acetilcisteína de modo significativo, em especial no grupo de participantes com bronquite aguda sem doença respiratória crônica prévia. Ressalta-se entre os dados do estudo o aumento inicial e transitório significativo de secreção respiratória entre os pacientes que utilizaram acetilcisteína. Entre os pacientes tratados apenas com antibióticos no grupo placebo, houve declínio gradual do volume de secreção desde o início do tratamento. Isso reforça a hipótese do efeito positivo de drenagem da secreção devido à fluidificação pelo uso de acetilcisteína Brocard H. e cols, 1980. Bronquite crônica Pacientes com bronquite crônica foram avaliados em um estudo multicêntrico, prospectivo randomizado, duplo-cego e controlado por placebo e, neste estudo foram incluídos 744 pacientes. Os parâmetros estudados foram quantidade e viscosidade da secreção respiratória, dificuldade de expectoração, intensidade da tosse e episódios de exacerbação em um período de 6 meses. Os resultados positivos foram estatisticamente significantes em favor do grupo que usou acetilcisteína 200 mg 2x/dia formulação granulada via oral em todos os itens analisados Multicenter Study Group, 1980. Um outro estudo foi realizado em pacientes com bronquite crônica. Este estudo aberto e não comparativo avaliou 1392 pacientes por protocolo com diagnóstico de bronquite crônica em uso de acetilcisteína 200 mg 3x/dia formulação granulada via oral por 2 meses. Foram analisados viscosidade e aspecto da secreção respiratória, dificuldade de expectoração e intensidade da tosse Tattersall A. B. e cols, 1983. Após 2 meses de tratamento com acetilcisteína, observou-se uma melhoria na viscosidade da expectoração em 80% dos casos, do caráter da expectoração em 59%, da dificuldade para expectorar em 74% e da gravidade da tosse em 71%. Os resultados confirmam a eficácia da acetilcisteína sobre os parâmetros relacionados com a hipersecreção brônquica. Para além de toda a sintomatologia clínica referida, o desenvolvimento da bronquite crônica é frequentemente associado à existência de exacerbações agudas recorrentes do seu processo brônquico, as quais determinam um agravamento da referida sintomatologia Tattersall A. B. e cols, 1983. A microbiota existente na secreção respiratória foi avaliada em um estudo aberto com 22 fumantes sem bronquite crônica, 19 fumantes com bronquite crônica e doença pulmonar obstrutiva crônica e 14 não fumantes saudáveis, através de broncoscopia e cultura de escovado brônquico com escova protegida. O uso de acetilcisteína por via oral foi considerado na análise. Não se verificou diferença estatisticamente significante em faixas mais baixas na porcentagem de indivíduos com cultura positiva entre os grupos. Entre os fatores analisados, o uso de acetilcisteína via oral foi o único fator independente a influenciar os resultados bacteriológicos. O grupo de pacientes com obstrução crônica das vias aéreas em uso d